Menjadi Musafir
Entah lah why i should to make a title like that?
Tapi tahun lalu cuma bisa membayangkan bagaimana serunya keluar rumah sendiri, berjalan panjang bertemu berbagai ras manusia, suku, budaya, agama. Aku memikirkan traveling alone backpacker mungkin. Pengen sih kalo ada tabungan nyicil jalan-jalan dibumi jadi musafir, tapi tanpa kompas. Habis dari kota ini ke kota lain semoga segera kaya ehe, biar bisa bikin masjid dipelosok yang dikunjungi. Kayaknya harus lebih semangat buat diri sendiri. Destinasi pertama mungkin Kalimantan soalnya ada sodara sih, disana mau silaturahmi sekalian pengen liat hutan yang digunduli kek apa wujudnya. Lalu Papua, ini adalah cita-cita sejak lama Raja Ampat 'ahh cantiknya' sedang mengkhayal. Lombok, pink beach dan lautnya emang epic. Sejujurnya aku kurang suka suasana laut, takut entah kenapa ombaknya seakan-akan ingin menggulung tiba-tiba kaya penjelasan di Qur'an juga ada. Tapi pengecualian untuk Indonesia bagian timur lautnya adalah pesona Nusantara juga dunia. Saat ini aku masih menulis mungkin suatu hari aku menulis lagi, disertai foto tempat yang aku jejaki. Dah segini dulu cerita dikepalanya nanti kalo ada unek-unek kutulis lagi.
Komentar
Posting Komentar