Mendaki.
Sabtu,09:36(04/07/20).
Dulu pas jaman masih sekolah punya keinginan yang sampe sekarang belum bisa terlaksana "hikking". Waktu itu pas instagram masih terasa sepi dan belum banyak yang berjualan platform itu seperti tempat orang-orang menyimpan foto. Dari sana mungkin aku melihat hal yang berbeda, aku kurang suka main ke pantai takut ombaknya juga sangat terik. dan lagi pantai daerah selatan sungguh ramai pengunjungnya dan aku kurang suka. Ada opsi lain selain itu aku suka alam yang masih asri seperti hutan gunung rasanya sejuk saat melihatnya. Terkadang juga aku suka menonton My Trip My Adventure atau Weekendilist Net untuk melihat indahnya Indonesia.
Sepertinya keinginan untuk suatu hari bisa melakukannya, kembali muncul saat aku menulikan ini. Mungkin aku sedang mencari jati diri atau melarikan diri dari peliknya hidup sampai memikirkaan keinginan tersebut. Permasalahannya aku belum nabung untuk itu. Belum dikasih jalan untuk saat ini mungkin. Baru saja aku menonton Youtube Dzawin wawancara Fiersa Besari di gunung yang juga ingin aku bisa kesana "Papandayan". Saat ditanya "Berapa sih buget lo buat traveling pertama?" fiersa menjawab "10 jt dan itu kecil banget" Dzawin bertanya lagi "Lu langsung traveling pada saat itu?" "Ngga lah gua harus nabung dulu 1 tahun baru 1 tahun kemudian bisa melakukannya" kurang lebih begitu jawaban Fiersa.
Pada saat itu aku berpikir orang-orang traveling enak ya, sepertinya mereka punya orang tua yang kaya atau uang banyak. ternyata banyak juga beberapa orang traveling dengan nekat, juga karena ingin menikmati perjalanan ke sendirian mereka walau dengan buget tipis. Aku sekarang paham semua bisa kalo aku mau jika usaha. Ada hal yang teramat ingin aku lakukan di gunung melihat lebih tentang bumi dengan melihatnya dari alam. Kesemrawutan hidup dapat lebih reda saat mencari ketenangan dengan alam semesta.
Waktu itu aku pernah berbicang pada Bapa lewat telfon "Pa aku suatu hari pingin mendaki" responnya justru kurang baik "Ngapain nanti ilang lagi" "Kan nyari hobby baru" "Kaya ngga ada yang lain aja, olahraga aja lagian cewe" pikirku emang kenapa kalo cewe kan udah emansipasi sekarang juga udah banyak pendaki wanita. Tapi semoga suatu hari aku dibolehkan saat meminta izin darinya.
Dulu pas jaman masih sekolah punya keinginan yang sampe sekarang belum bisa terlaksana "hikking". Waktu itu pas instagram masih terasa sepi dan belum banyak yang berjualan platform itu seperti tempat orang-orang menyimpan foto. Dari sana mungkin aku melihat hal yang berbeda, aku kurang suka main ke pantai takut ombaknya juga sangat terik. dan lagi pantai daerah selatan sungguh ramai pengunjungnya dan aku kurang suka. Ada opsi lain selain itu aku suka alam yang masih asri seperti hutan gunung rasanya sejuk saat melihatnya. Terkadang juga aku suka menonton My Trip My Adventure atau Weekendilist Net untuk melihat indahnya Indonesia.
Sepertinya keinginan untuk suatu hari bisa melakukannya, kembali muncul saat aku menulikan ini. Mungkin aku sedang mencari jati diri atau melarikan diri dari peliknya hidup sampai memikirkaan keinginan tersebut. Permasalahannya aku belum nabung untuk itu. Belum dikasih jalan untuk saat ini mungkin. Baru saja aku menonton Youtube Dzawin wawancara Fiersa Besari di gunung yang juga ingin aku bisa kesana "Papandayan". Saat ditanya "Berapa sih buget lo buat traveling pertama?" fiersa menjawab "10 jt dan itu kecil banget" Dzawin bertanya lagi "Lu langsung traveling pada saat itu?" "Ngga lah gua harus nabung dulu 1 tahun baru 1 tahun kemudian bisa melakukannya" kurang lebih begitu jawaban Fiersa.
Pada saat itu aku berpikir orang-orang traveling enak ya, sepertinya mereka punya orang tua yang kaya atau uang banyak. ternyata banyak juga beberapa orang traveling dengan nekat, juga karena ingin menikmati perjalanan ke sendirian mereka walau dengan buget tipis. Aku sekarang paham semua bisa kalo aku mau jika usaha. Ada hal yang teramat ingin aku lakukan di gunung melihat lebih tentang bumi dengan melihatnya dari alam. Kesemrawutan hidup dapat lebih reda saat mencari ketenangan dengan alam semesta.
Waktu itu aku pernah berbicang pada Bapa lewat telfon "Pa aku suatu hari pingin mendaki" responnya justru kurang baik "Ngapain nanti ilang lagi" "Kan nyari hobby baru" "Kaya ngga ada yang lain aja, olahraga aja lagian cewe" pikirku emang kenapa kalo cewe kan udah emansipasi sekarang juga udah banyak pendaki wanita. Tapi semoga suatu hari aku dibolehkan saat meminta izin darinya.
Komentar
Posting Komentar