Nyari Kerja.

Senin,15:45(12/11/18).

Aku mau cerita beberapa pengalamanku dalam mencari kerja, sedikit ke kalian ini beneran berguna untuk kalian yang merasa putus asa atau sambatan bae haha.

Aku pernah ikut tetanggaku ke Bandung untuk melamar disuatu pt, namun aku ngerasa tempat yang aku tinggali-kosannya kurang nyaman. Karena ada beberapa hal yang janggal tentang sisi religi tetanggaku ini, bapakku juga bilang hati-hati disana banyak berdoa. Takut-takut aku percaya dengan hal-hal berbau musyrik, yang membuat aku dilaknat oleh-Nya. Entah rasanya seperti diingatkan oleh Allah bahwa itu bukan tempatmu, akhirnya karena sudah 1 minggu aku disana dan belum ada panggilan dari pt aku memutuskan untuk pergi ke rumah lelekku di bekasi. Aku juga merasakan jika  tinggal di rumah tetanggaku aku merasa sangat merepotkan. Setelah 1 minggu di bekasi ada panggilan dari bandung tapi aku ngga ambil karena aku terus terang ngga bisa kalo tinggal disana.

Lalu aku mulai mencoba lagi di jakarta di tempat temanku bekerja, aku mengeposkan lamaran. Setelah 1 minggu lebih ada panggilan namun ada berita hoax tentang gempa yang akan terjadi di bagian pesisir laut jakarta entah itu jalan dari Allah atau gimana aku ngga jadi kesana untuk interview. Sebelumnya aku menayakan ke orangtuaku dulu, katanya "ngga usah kalo begitu sekarang emang lagi rawan bencana alam". Aku lagi-lagi belajar ikhlas aku cuma berpikir kalo mungkin belum rezeki. Aku sempet ngobrol sama temenku yang bekerja disana katanya dia dipindah posisi, jadi kerjanya ngga kena sif padahal tadinya kena alasannya karena pt tempat ia bekerja sedang mengalami penurunan penjualan.

Maaf ya part ini panjang tapi ini berfaedah ko buat yang baca:)

Ngga lama aku diajak temenku buat ikut dia kerja di salah satu restoran jakarta pusat, aku awalnya memang ingin. Gaji yang minim buatku bukan masalah utama, karena udah ada messnya jadi menahan pengeluaran yang seharusnya untuk sewa kos. Tapi lagi aku tanyakan ke orangtuaku, ternyata katanya "nanti kamu capek banget gajinya ngga sesuai sama kerjanya". Okeh aku mencoba untuk jadi anak yang nurut sama orangtua. Setelah beberapa minggu temenku kerja disana dia cerita kalo pekerjaannya menuntut dia lepas hijab padahal ia tadinya selalu mengenakannya. Katanya " awalnya emang ngga nyaman tapi setelah tahu biasa aja orang-orangnya ya ngga terlalu jadi beban". Dan lagi aku dijauhkan dari hal yang bikin aku mungkin jauh lagi dari-Nya. Tapi ada hal yang aku ngga paham kalo buat aku itu ngga worth it. Kenapa? Aku tahu, jika seandainya aku bekerja disana mungkin keimananku yang tadinya mulai membaik akan turun. Lantas tidak dibolehkan memakai hijab karena sang pemilik non muslim, itu bukan aku banget seharusnya ada sisi toleran kan? Memang sih awalnya ngga bilang kalo boleh pake hijab tapi bukannya toleransi itu ada, tapi aku juga ngga bisa menyalahkan si pemilik karena semua tetap kepada keputusan temenku. Aku juga tidak menyalahkannya karena prinsip hidup orang berada pada dirinya sendiri. Bahkan temenku ngga mengatakan apapun soal dia tidak berhijab bagaiman pendapat orangtuanya, apakah boleh apa tidaknya. Soalnya pas awal orang ini ngga bilang apa-apa mengenai lepas hijab, ke orangtua temenku pas datang kerumahnya. Tapi ada rasa kecewa karena aku tahu gimana sosoknya dimataku, tapi aku tetep mendukung apa yang dia pilih sebagai teman yang baik aku merasa sudah mengingatkannya.

The last story about serch my job, maybe for now. Kalo ada cerita inspiratif lagi kapan-kapan aku post lagi deh hehe.

Aku dikasih tau sama tetangganya lelekku katanya ada loker di salah satu pusat perabotan rumah tangga di daerah metropolitanmall, karena aku takut sendiri masih anak baru sih di bekasi haha. Aku mengajak tentangganya lelekku yang deket rumah, yang baru-baru ini keluar dari pekerjaan lamanya. Sistemnya walk interview gitu, mungki itu juga bukan rezekiku lagi. Aku gagal tes dan tetangganya lelekku lolos, memang pengalaman adalah guru terbaik.

Aku yang masih anak baru di dunia kerja harus tahu gimana susahnya mencari kerja. Yang mengherankan buatku bahkan hanya untuk bekerja di sebuah toko saja dibutukan yang telah berpengalaman, lantas seseorang yang belum ahli bagaimana bisa belajar kalo bukan dari langkah awal itu. Disaat-saat begini aku harus merasakan sebuah kekecewaan, kekesalan, kesedihan, kesabaran, dan keikhlasan di waktu yang sama. Seseorang akan benar-benar hidup ketika ia ditantang banyak cobaan untuknya. Seberapa greget lo? Dan lo sadar seketika, semua yang dilakukan harus membawa Allah disetiap jalan yang ditempuh.

Komentar

Postingan Populer