Cerita Tentang Hujan

Sebuah cerita tentang hujan dan petrickor. Tetes yang dijatuhkan langit dan diterima lapang hati oleh bumi yang menjadikannya bermakna memberi yang mati jadi hidup. Aku pikir hujan yang turun kadang sangat kencang juga menyakitkan tapi menjadi lapang adalah kebesaran yang tidak bisa diukur apapun. Yang jelas ini adalah tentang menerima, hasil yg entah bagaimana rupanya lakukan saja semaksimal kita. Aku sadar dikala susahnya aku adalah kayu rapuh, keropos dan usang tapi mencoba agar kokoh semampu zaman menggerusnya. Dibalik segara rasa yang berat aku percaya Tuhan ada. Memberi dikala butuhnya tidak secepat yang kamu kira prosesnya terlalu lama, harus ada sabar yang banyak tentunya. Petrickor datang bersamaan dengan hujan ia memberi rasa sendiri pada setiap tetes air yang jatuh di tanah tandusnya. Bau itu seperti candu saat datang ke toko buku, menenangkan. Gersangnya tanah karena panasnya, memberi sensasi gosong yang ternyata kita butuh perasa yang kadang tidak manpu kita rasa. Entah ditinggalkan atau menunggu seperti tanah pada tetes hujan yang akan datang. Begitu aku memaknai perasaan yg selalu datang menyelinap disaat musim faforitku ini, hujan. 

Komentar

Postingan Populer