Apa itu kerja?
Sukoharjo, 2 Februari 2020.
Aku dan rutinitas harianku. Bisa dibilang terjebak, saking banyak hari yang terpakai untuk kerja. Kerjaan ini sangat memakan banyak waktuku, tenaga, juga mental. Manusia ini sedang dibully secara bersamaan. Aku masih mencoba waras, kalo ngga kerja mau beli barang yang di wishlist taun ini pake apa. Maklum sobat misqueen betahan hidup mandiri aja banyakkin syukur. Orangtua ngga pernah ngambil alih hidupku secara penuh, aku dibiarkan tumbuh dan berkembang dengan naturalisnya manusia. Sebagai anak tetap saja banyak misi yang digendong berat. Hal-hal yang fitrahnya dikasih oleh-Nya akal untuk berfikir ini. Menjadikan aku harus memberi apa yang terbaik untuk mereka. Pikiranku melayang mencari jalan untuk memilih pekerjaan yang tidak terikat waktu. Sejujurnya aku adalah tim manusia bebas kekangan, tidak suka disuruh dan diperintah rasanya tidak benar-benar menikmati hidup. Aku kepikiran ingin renovasi rumah lantai 1 dan 2 untuk kerja, bikin konveksi yang mengangkat brand local. Tapi keterbatasan biaya memaksa aku untuk bekerja dulu serambi mencari modal. Atau menulis pekerjaan yang aku lumayan suka, editing video masukin YouTube mungkin. Karena aku suka nonton footage pemandangan. Intinya pekerjaan yang membebaskan aku dan segala pikiran abstraku ini. Aku jarang ya, curhat tapi ini beneran kepikiran woii jadi yaudah pengen nulis ini aja.
Komentar
Posting Komentar