untuk udara yang berbunga.
Waktu awal datang ceritanya masih kosong belum terisi cinta. Aku pulang sekarang, setelah mereka memenuhi bunga untuk udaraku. Sekali lagi perpindahan adalah awal dari sebuah perjalanan. Aku tidak akan mau mengucapkan selamat tinggal. Mari berpisah dengan maaf beriringan dengan terimakasih. Semoga kita berjumpa dilain waktu yang tepat. Hati ini berat meninggalkan, disaat aku mencoba memberi ruang sembuh kalian datang lalu mengobati. Air matanya memang tidak luruh, namun hatinya ingin menangis sendu. Aku harap kalian menemukan cinta disetiap perjalanan hidup ini. Aku harap kalian juga memiliki satu orang yang akan dengan sukarela mengobati sakitmu setiap saat. Aku pulang dengan selalu memegang erat cerita sayang ini. Aku tidak akan lupa bagaimana masa berat dihantam realita kerja. Dijaadikan kerdil hatinya karena tidak bisa, kita bercerita disetiap pagi hendak berangkat. Kita punya beban hidup yang harus diemban, kita adalah manusia kecil yang punya mimpi besar. Kadang aku juga mengingat kita bergandengan tangan, lalu menguatkan bahwa kita mampu saat bersama. Sifat kalian berbeda aku mencoba paham semua membuat aku mengingat bahwa manusia punya kelebihan kekurangan dan kalian membawa banyak pelajaran. Aku masih merasa bahwa kadang manusia itu pemarah, kadang dibatas tertentu menghakimi seenak mereka. Mereka tidak mau mendengar, yang ia paham adalah validasi mereka benar. Maaf mungkin aku belum bisa berpamitan langsung pada kalian tapi blog ini aku menulis yang sukar diucapkan. Katanya aku dibilangnya tidak punya suara, kata ini terlalu banyak menyakiti mereka. Aku diam karena paham mulut ini tidak bisa kukontrol selalu. Bahwa setiap yg keluar mungkin akan menjadi luka. Semoga tulisan ini menjadi sebuah cerita pengingat bahwa kita punya masa bersama.
Komentar
Posting Komentar