kukirim pesan yang tak diterima.
Kepada ia yang mengirim luka lamanya
Jangan beri waktu untuk sakit lagi
Aku memesan lupa
Pada ia yang menjadi tiada
Aku memesan tenang
Agar hari yang ku putar bagai film panjang
Yang terkadang kupercepat bagiannya
Beri tempat dimana aku kehilangan kecewa
Tempat dimana hanya aku bersama bahagia
Hari ini aku masih memesan tangis
Padahal aku menolaknya, ia mengirim dengan tidak sabarnya
Aku kesal, ia lemah
Aku memesan cinta yang ia tidak pernah menyentuh hatinya
Aku adalah tiada yang berpura-pura ada
Komentar
Posting Komentar