september:'(

aku masih dikamar ini, menatap pada tembok sepi sembari sendiri. masih bersama dosa dan banyak luka-luka yang meminta diobati. aku dan sepi mungkin saja telah jadi satu, kami sama-sama mengheningkan diri.
aku cukup tau aku terlalu ketinggalan, entah cara apa yang harus aku tau untuk lebih memaksimalkan diri. aku masih sering menangis, ditiap doa. tentang apa yang menjadi benar atau salah dalam hidup? aku rasa semua manusia sama saja, menjadi si paling tau dan superior. aku muak saat telinga ini mendengar hal menyebalkan bahwa aku mungkin saja jadi salah satu cerita didalamnya. aku tau saat Tuhan memberi akal dan telinga tidak lupa mata mulut dan kesempurnaan lainnya ia ingin makhluknya jadi lebih berbijak diri, tau batasan. setidak-tidaknya mulut, biarkan ia diam saat tidak dibutuhkan kecuali menyebut keAgungan-Nya. aku masih saja menjadi manusia menyebalkan, mudah marah dan ambekan. Tuhan, apa boleh begitu? setidaknya untuk diriku saja, saat orang tidak melihatnya. masih aku ingat, aku yang memilih membatasi lingkungan ini. aku merindukan cikampek, dan banyak hal menyebalkan pun menyenangkan. hari ini, aku merasa belum juga membaik dadaku sesak. sedih karena miris, lelah pada hidup. sekali-kali aku ingin mengeluh. jadi mungkin setelah banyak hari, ada saat bunga crisan ini lebih mekar semoga ia menjadi harum dan lebih cantik. aku harap bisa membaik pada diri ini, kurang lebih september ini begitu adanya. semoga esok lekas baik :)

Komentar

Postingan Populer