Manusia Dan Tingkahnya

Senin,13:00(10/12/18).

Again i can see another criminality on house area. Bassicly, what do you think if you see crime?

Aku tahu memang nyari fulus itu ngga gampang cuy, aku ngerasain sendiri pantesan bapak ana sering bilang "nyari duit itu ngga gampang apapun bisa dilakuin kalo butuh, ada yang harampun bisa tapi ngga baik buat badan".

Oke begini, definisi susah disini adalah gimana otak yang kita miliki ngga sejalan dengan semestinya. Maksud aku ngga mau usaha, pinginya simsalabim langsung ada. Of course, never mind this is opssion down your body inside.

Ini piur pengalamanku, masih teringat kejadian ini aku dari balkon rumah tanteku mendengar tetangga berteriak "maling-maling" aku awalnya ngga begitu tertarik tapi setelah tau yang hilang motor nmax adiknya suami tanteku, aku baru terkejut. Yang aku sadar ternyata kita ngga bisa seceroboh itu atas apa yang kita punya, berhati-hati selalu menjaganya dan jangan lupa berdoa, bersyukur atas nikmatnya. Aku tahu Allah sedang memberi pelajar bagi adik omku dan juga orang-orang disekitarnya. Banyak hal dari sisinya adik omku ini yang mungkin bertolak kebelakang atas hidup yg fia lakukan. Padahal yg ngga bisa dicapai semata-mata hanya uang, harta yg kamu miliki hanya sementara guys. Dan saat diketahui ternyata yang ngambil orang setongkrongannya yang dia kenal. Weird people with any problems.

Ada satu cerita lagi ini lebih miris, ada sekelompok copet ngeresahin warga. Mungki ibu ini lagi apes, dia kecopetan tapi yang salut ibu ini langsung teriak. Memang si copet cabut, tapi karena mungkin dia juga apes portal jalan semua ditutup karena hari libur yaudah seperti perangkap tikus ketangkep. Sedih karena mereka ternyata mungkin sekitaran anak remaja namun lebih kucel, ternyata latar belakang ibunya hanya pemulung kalo aku tidak salah. Merekalah bibit yang akan meneruskan bangsa namun hidup memang sekeras itu. Melihat sosok sang ibu yang menangis, sebuah rasa kecewa mendalam pada sang anak. Bahakan dalam Islam dilarang membuat ibumu menangis jika bukan karena bahagia. Aku paham anak itu hanya terpaksa, ia bahkan juga menangis tersedu-sedu. 

Aku menulis karena banyak resahku yang tak tertuang oleh ungkapan perasaan dan kata dari mulut yang kadang tak berperasa. Dari tulisan aku belajar hidup ternyata senyata itu dan kadang perlu diabadikan dengan menulis.



Komentar

Postingan Populer