Mati Rasa

Juma't,21:50(08/05/20).

gapernah pernahnya aku merasakan ini, rasa yg mungkin bisa dikatakan aneh untuku. Aneh karena sebelumnya ngga pernah-pernahnya seperti ini. Kata orang saat kamu jatuh cinta kamu juga akan merasakan patah hati. Tapi mungkin ini hanya sesaat, karena aku hanya kagum pada sosoknya.

Pertengahan febuari lalu aku baru selesai magang kerja disalah satu retail, aku yang melamar disana karena diberitahu orang dalam info loker. Sebelumnya aku masih bekerja di salah satu bengkel sparepart lumaya gede sih tokonya tapi terlalu banyak tekanan maklum orang cina. Suka semena-mena meski ngga semuga kaya yang aku rasin lo. Pernah aku menangis setelah pulang. Oke back to the title, it someday i wan't sharing about my work.

Ditempat magangku ini aku bertemu orang baru yang masih asing untuk aku yang introvert. Disini aku harus banyak ngomong. Suasananya memang nyaman orang-orangnya baik. Aku sampai berfikiran macam sekolah dulu padahal "udah lah gamau neko-neko kerja yang bener gausah punya hubungan lebih sama orang sekitar" RIP. My atittude. yaah emang dangkal sekali pikiran macam itu. Mama selalu bilang "jadi anak itu ngga boleh malu, kalo ngga salah kenapa harus takut", yah dia memang ibu yang otoriter aku jadi kepikiran ucapannya. Sisi lainku tergerak pada akhirnya "emang lu mau hidup lempeng-lempeng aja, coba yang lain kalo nantinya ngga disukain yaudah lu bukan minta untuk menyenangkan mereka juga tapi buat diri ini belajar" begitulah aku saat mau lebih belajar tentang hidup.

Di tempat kerjaku sejujurnya aku nyaman, sampai ngga kerasa udh 6 bulan aku kerja dan sudah waktunya berpisah dengan teman-teman. Perpisahan kedua selain perpisahan sekolah yang ngga pernah aku impikan. Mereka itu definisi pelangi berwarna nano-nano. Pertemuan dengan manusia yang berbeda karakter, personality, mindset itu yang membuatku merasa kehilangan. Dan lagi aku bersyukur ditepertemukan dengan abang dan kaka baik macam bang bibi, ka ulfa, ka butet, bang dedy masih banyak lagi. Juga yang paling disayangkan aku mengaggumi sosok dia teman magangku, untuk pertama kalinya aku menyukai seseorang yang ternyata nyambung saat diajak ngobrol ngalor-ngidul denganku. Dia yang buat aku kagum karena cara pandangnya, pengetahuan yang luas. Aku benar-benar belum pernah bertemu orang macam ini, atau aku saja yang ansos. Maybe. Tapi lagi aku selalu dikecewakan, atau mungkin hanya aku yang kebaperan. Suka dalam diam. Sampai akhirnya sepertinya dia mulai tau aku mengagguminya, aku benci dia tau. Lebih sakit hati lagi dengan dia teman sekosanku yang nyatanya blak-blakan mengumbarnya. Itu alasan aku susah percaya pada orang, manusia itu kadang egois ngga pernah tau maksudnya tapi yang pasti iri salah satu penyebabnya. Ia selalu ingin diketahui atau ditanya teman magangku. Pada dasarnya aku menganggap rasa sukaku ini hanya pelarian semata, sudah jelas karena kesepian. Memang akhir-akhir ini begitu berat, tapi sebisa mungin tetep kuat. Aku belum pernah benar-benar bisa menyukai seseorang bukan karena tak ingin, hati ini rasa-rasanya traumatik akan kehilangan. Takut atas cinta yang besar, karena kehilangan cinta pertama itu sakit. Jangan kalian berpikir aku bucin ya. Ibu. Cinta pertama dan akan selalu seperti itu. Ibu yg selalu buat aku merasakan cinta yang sesungguhnya. Ketulusan, kesabaran, kekuatan, kerapuhan, kekecewaan. Semua jadi satu, yang bikin aku patah hati adalah perpisahan. Berat untuk aku menerima luka besar, aku sering dimarahinya cuma ini seperti bukan ending ceritanya. Ekspetasi. Mungkin saat ini aku menjadi orang yg ngga mau lagi minta lebih akan sesuatu hal. Karena itu hanya membuat kekecewaan yg besar. So feel make you free guys.

Komentar

Postingan Populer