Mimpi.
Imaji dalam sebuah nyenyak yang lelap
Kenyataan yang mungkin hanya hayalan
Di sebuah dunia lelapnya, aku menemukan si sosok idaman
Aku yang duduk bergurau
Dia yang tiba-tiba berlari melewati depan teras rumah ini
Sekejap dia memberi senyum damainya
Tak pernah kupermasalahkan meski dalam angan
Beberapa menghilang silih berganti
Dalam atas balkon ia berdiri, aku dengan amat jelasnya melihatnya
Ahh lupa mimpinya terlalu cepat rupanya
Bangun pada nyata yang tak akan merasa
Ingin selalu melihat senyum dalam mimpi yang selalu dikulumnya
Komentar
Posting Komentar