Independen Day, Independen Women.

Mungkin sedikit telat ngucapinnya karena kemarin rasanya mau nulis bingung temanya apa. But today i will be make some kecuntelan tentang negara ini. 

Sebelumya mau ngucapin, Dirgahayu Indonesia ke-77 🇮🇩  kalo diusiakan sudah sepuh yahh

Mari mulai saja unek-uneknya. Disela-sela bengongku aku baru sadar, ternyata minyak bumi bahan bakar kendaraan semakin meningkat harganya ya. Ini sebuah pemikiran gabutku saja, tapi ternyata masuk akal. Kelangkaan mungkin bisa terjadi bukan karena BBM-nya saja tapi banyak orang zaman sekarang yang doyan jajan motor. Iya, setiap 1 rumah mungkin bisa 2 motor atau lebih sudah dipastikan polusi kedepan akan terus meningkat. Aku yang tidak terpikirkan beli motor cuma bisa geleng-geleng kepala. Ada hal yang aku emang ngga menginginkan untuk punya yaitu harus bayar pajak terus setahun sekali sekarang jujur saja mencari uang sulit boss, polusi momok terbesar yang akan terjadi. Sejujurnya aku tidak mendapatkan fungsi lebih dari motor selain efisien waktu dan tenaga. 

Sayangnya negara ini kurang melek transportasi atau kalau ada bakal tambah banyak hutang negara. Di daerah contoh saja, kalo dikota besar sudah ada kereta cepat disini nihil. Kalo sering liat anime pasti tau, bahkan di desa kecil di jepang sudah ada kereta sebagai transportasi umum. Jepang yang pernah menjajah kita punya kereta sebagai penghubung dan rata-rata jalanan ke kompleks sudah beraspal jadi kalaupun mau jalan kaki atau sepedahan mudah dan sehat tentunya. Jadi mungkin ini hanya masalah infrastruktur yang tertinggal saja. Lalu kalau misal ada pun mungkin para orangnya sudah malas jalan, kerena sudah punya kendaraan. Yang paling menyebalkan dari jalan kaki adalah diklaksonin padahal sudah dipinggir dikira jalan pribadi kali yah dan juga kena catcalling biasanya perempuan, sing ngono kui wong gendeng pancen. Kita ingin sehat dengan jalan kaki tapi dipandang kadang aneh, pernah aku ditanyain "motornya kemana, mogok?" sebuah kebiasaan karena mereka udah sering liat anak muda naik motor jadi diotak mereka pasti kalo jalan kaki di kira mogok padahal ya pengen sehat aja. Mindsetnya harus diperbaiki wahai warga +62. Lalu bagi lelaki yang suka catcalling sepertinya norma kesopananmu telah putus, perempuan yang hanya ingin lewat pun di ganggu tingkahmu sungguhbtidak mencerminkan indonesia merdeka ngisini wae. Walau ngga semua lelaki begitu, mereka harusnya lebih sopan. Bagaimana tidak mungkin generasi dibawah kita pun bisa ikutan melakukannya, mergo aku ngalami. 

Kalau ceritanya loncat-loncat semoga paham intinya ya. Atau pemerintah memberi ide dalam 1 rumah hanya dibolehkan punya 2 motor dan itu tergantung berapa anggota keluarganya. Jika 4 kepala hanya boleh 2. Jika anaknya banyak lalu sudah berkeluarga, karena si anak bukan bagian dari keluarga jadi terserah saja karena maksimal 2. 

Di pendidikan, aku punya sedikit kritik alangkah baiknya jikalau kita sudah memasukan critical thinking aktif dalam pembelajaran. Bagaimana memecahkan masalah dengan baik juga berpikir kritis. Generasi kita adalah cabang berkembangnya bangsa. Sepantasnya kita bisa berbicara secara lantang tentang kritik negara sendiri, tanpa dihina, ataupun dibatasi. Karena negara harusnya lebih bisa memahami rakyatnya jika mau lebih maju. 

Juga para ibuk-ibuk yang suka berghibah ngomongin orang lebih baik urusi hidup sendiri. Atau harusnya ada solusi buat mereka yang mungkin masih gaptek memakai handphone, bisa paham jangan ngomongin orang terus. Aku sering menemukan orang-orang yang entah mereka malas atau emang ngga pengen tau dengan teknologi. Aku yang bekerja di konter sering menemukan hal kecil yang buat aku menarik nafas. Orang-orang ini ternyata cuma bisa pakai hp untuk 1 item penting seperti WhatsApp dan telpon thats it. Kelengkapan seluler yang lain mereka ngga ngerti. Masukan vocher, minta bantuan padahal mereka mampu sendiri karena ada petunjuknya. Ganti sinyal dari sim 1 ke sim 2 juga bahkan masih ada yang ngga tau. Apa misal aku dilahirkan atau diumur mereka akan seperti itu? tapi aku memilih untuk mau belajar daripada tidak sama sekali. Sudah dipastikan sosialisasi tentang banyak hal untuk para keluarga, khususnya di desa sangat perlu. Teknologi mungkin akan terus berkembang takutnya semua sudah menggunakan hp sebagai media digital akses sesuatu dan mereka ngga paham yang ujung-ujungnya minta jadi beres, mereka cuma nunggu ongkang-ongkang kaki. Karena apa-apa dicekokin mereka keenakan. Aku yang apa-apa disuruh sendiri be like "yaudahlah, nanti juga jadi taukan kalo semua dilakuin sendiri" nah itu manfaatnya terbiasa mandiri, walaupun ada orang lain sebisa mungkin lakuin sendiri dulu saat mentok baru minta tolonglah. 

Sungguh ini lumayan panjang yah, semoga melegakan fikiranku tentang negara ini. Selamat ulang tahun Indonesiaku.








Komentar

Postingan Populer