Mereka yang Menikah Muda
Aku kurang tahu apakah trend nikah muda itu adalah sesuatu yang menarik. Karena apa yang aku lihat sekarang sering terjadi orang-orang atau anak mudanya yang habis lulus langsung menikah. Lalu setelah aku berkecamuk dengan segala pikiranku trend ini mungkin terjadi karena lapangan pekerjaan untuk anak mudanya generasi saat ini khususnya sangat jarang, banyak yang memilih untuk mengakhiri beban atau melepas belenggu dari keluarganya dengan menikah sebagai cara untuk keluar. Padahal itu semua adalah awal masuknya masalah baru di kehidupannya. Mungkin juga mereka yang memutuskan untuk menikah muda ingin lari dari tanggung jawab sebagai anak, memang membahagiakan atau berbakti tidak melulu soal uang hasil kerja keras kita hanya saja dalam kehidupan ini yang paling sulit didapat ternyata adalah uang maka menurutku uang adalah sesuatu yang paling membantu mereka untuk hidup. Perspektif aku sebagai seorang anak aku tahu betul mengapa banyak orang yang memutuskan untuk melepas belenggu itu dari pundaknya lalu memilih untuk menikah muda, terlalu banyak tekanan dari keluarga atau orang sekitar dan mereka menginginkan kebebasan secara individu saat ada orang lain yang memihak mereka atau menginginkan mereka lantas mereka punya opsi untuk kabur mungkin. Saat mengambil keputusan untuk mengiyakan ajakan seorang yang mungkin bisa mereka percaya mungkin mereka belum paham betul arti pernikahan itu, cara pandang mereka yang belum cukup akan mudah di gonjang-ganjing oleh berbagai macam perasaan terutama mungkin masalah emosional. Buat aku pribadi menikah adalah sesuatu yang besar putusan yang harus diambil secara panjang dan tidak dangkal terutama mungkin untuk money support kalau bisa saat memutuskan untuk menikah sebagai seorang perempuan paling tidak harus punya keuangan yang lumayan stabil atau paling tidak punya pekerjaan jangan sampai semua harus kita bebankan ke lelakinya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau kebutuhan mendesak kita punya uang untuk diri kita atau membantu keuangan keluarga kita. Aku di generasi 1999 sampai 2000-an sudah cukup banyak yang menikah mungkin di umur 22 atau 20-an. Pandangan masyarakat tentunya akan berubah atas patokan umur menikah yang tadinya perempuan dipatoki umur 25-an sekarang di umur 20-an sudah ditanya kapan menikah padahal menikah itu sebuah kesiapan hati dan diri. Sudah seharusnya kita melepas berbagai label tentang menikah dan patokan umur semua itu termasuk dalam kategori membebankan. Ya mungkin ada beberapa orang yang memang berpikir sesimpel itu dan ada orang yang berpikir panjang untuk di titik menikah.
Finansial yang stabil harusnya jadi hal utama dulu, paling ngga kita udah bisa menghidupi diri sendiri dan mandiri. Karena akan ada perpecahan yang utama saat uang tidak stabil. Aku malah masih mikir mau mandiri dulu tanpa jadi beban keluarga, nikah pakai uang sendiri ngga jadi beban suami karena apa-apa minta uang buat nyenengin diri sendiri karena bisa make uangnya tanpa dikira boros karena uang sendiri. Yang bengitulah unek-unekku yang masih ngomentarin orang, tapi lewat menulis karena kalo pake mulut jadinya ghibah.
Komentar
Posting Komentar