Sebuah Surat Dari Semesta

Maaf dan selamat kupersembahkan. Maaf, karena aku tak bisa datang di hari pentingmu dan selamat atas kebahagiaanmu atas menempuh tingkatan hidup yg baru. Inget banget mba puput dulu sering nakut-nakutin aku kalo main kerumah dengan ramput mba kuntinya suara melengkingnya sama mba dewi jg hehe, sering dikasih susu kotak sama bapa mba, diajak keliling naik motor pagi-pagi ehee, mba pokoknya udah kaya kaka sendiri makasih sudah menjadi crayon di kertas putihku masa kecilku jadi lebih berwarna karena kenangan yg kalian beri semasa di cikampek.


Akan kuceritakan arti gambar yg aku buat judul gambar ini "If The World Was Ending"(jp saxe ft julia michaels) yg artinya "Saat Dunia Berakhir". Cerita tentang bagaimana dunia akan berujung pada pemberhentian akhirnya. Saat kamu pernah mendengar kisah adam dan hawa, itu awal dimana kita menjadi keturunannya. Saat mereka akhirnya dipisahkan lalu turun ke bumi, ia mempunyai tujuan mencari untuk menemukan (gitasav, a cup of tea). Bagaimana ia mencari makna tentang Tuhan dan juga pasangannya. Dipisahkan mereka untuk menjadi sebuah pelajaran bagi kita para keturunannya. Mereka bersedih, sendirian. Meski pada akhirnya ia dipertemukan tentunya karena beribu maaf dipintai, sujud untuk dosa yg menjadi ia bersalah dilakukan sampai dimaafkan dan dipertemukannya keduanya. Cerita cinta ini adalah bagaimana kekuatan doa dan juga ketulusan yg dipunya. Yang suatu saat nanti tangan ini mungkin tidak menggenggam dirimu lagi,  aku harap ditempat lain kita akan tetap menggenggamnya bersama. Kehidupan ini terlalu rapuh untuk kita menjalaninya. Seberapa banyak cinta yg aku kasih aku harap cukup saja, jangan menjadi berlebihan dari mencintai sang Maha Pengasih. Aku, kamu tidak akan pernah tahu pada akhirnya dipertemukan disuatu masa yg tak terprediksi. Umur berapa? kapan waktunya? bagaimana caranya? pertemuan itu tentang ikatan takdir terjalin dibuku catatan kita tentunya. Sederhananya aku mungkin memilih cerita ini bersama kamu, untuk kita bersama-sama melawan dunia yg kadang kejam bukan. Menikmati, menjalani, menguatkan, menceritakan segala hal aku akan kulakukan bersama dengan kamu yang menjadi tangan penguatku sekarang ini. "Saat Dunia Berakhir", aku harap tanganmu akan selalu berada disisiku. Saat aku berusaha menjadi gagah kuatnya yg padahal rapuh didalamnya, kamu ada. Sampai pemberhentian akhir hidupku didunia aku akhinya menutup mata, kamu ada. Aku harap hanya kamu yg kulihat pertama kalinya juga untuk terakhir kalinya. Semoga dari pesan yg aku gambar ini kamu paham betapa bahagia itu sederhana, mendapatkan orang yg kamu cintai ada menikmati hidup bersama itu adalah esensi bahagia. Nanti akan ada gelombang di suatu rumah yg dibangun aku harap kalian akan bertahan, menjadi bijaksana bersama-sama. Melewati jembatan itu dengan genggam tangan erat di setiap rapuh jalannya, aku harap kebahagiaan kecil itu kalian jaga erat-erat sampai dunia ini berkata selesailah cerita kita.

Komentar

Postingan Populer