kutunggu kamu dalam diam.

Hari itu sesaat setiap pagi, kubuka jendela kamarku sebuah pesan tertinggal. Tentang sebuah perasaan yang aku simpan, sebelum kututup jendelnya lalu kubuka setiap esok datang. Bagaimana aku meminta agar Tuhan berikan kamu kepada aku. Tapi aku terlalu banyak kurang untuk kamu, kamu yang diam penuh misteri akan hidupmu. Ternyata diam-diam kamu yang menyelinap masuk dengan caramu seolah tidak mengusikku, namun tiba-tiba aku terpesona pada fotogenikmu itu. Cinta memang begitu semu bukan? Kamu yang sering menyukai postingan igku, melihat story igku malah membuat aku penasaran siapa dirimu. Aku tahu kita adalah jarak yang tidak mampu direkatkan. Aku juga tahu, kamu punya sosok yg telah mencintaimu lebih dulu dariku. Tapi biarkan aku memeluk angin, hampa namun hadirnya terasa. Ia tetap tenang, damai dalam hati ini. Apa perasaan ini akan terus kupeluk kosongnya? Apa aku mau terus menyukai dalam hening ini? Entah, aku hanya perlu membisukan suara agar tidak banyak yang perlu berubah. Agar aku tidak malu saat kutemui kau dalam lari pagimu, atau permainan bolamu, atau waktu tak terduga lainnya. Aku juga tidak tahu, apa kamu membaca tulisan ini dijam tidurku, lalu kamu merasa ini seperti aku. Jika yang kamu rasakan begitu selamat kamu benar, lantas apa yang ingin kamu lakukan? Aku harap kamu merasakan setiap cinta menemukan rumahnya, dia tahu seperti apa teman hidupnya. Kamu hanya perlu yakinkan dirimu bahwa itu adalah aku yang diam-diam membicarakanmu pada Tuhanku jika kamu bisa menjadi sembuh bagi laraku. Aku harap tangan ini suatu hari menggenggam tanganmu dalam hangat, dalam setiap redupnya ada kamu dengan segala apa yang kamu miliki.

Komentar

Postingan Populer