Anak Manusia

Ternyata jadi manusia berat ya, terutama menjadi anak manusia. "kita adalah sekumpulan sayap-sayap patah ygang mencoba terbang tapi merangkak". 

Iya itu yang lagi dirasain banget. Dikejar ekspetasi harus jadi anak yang bikin mereka bangga *beban individu, stereotip jelek dari orang disekitar, yang paling bajingan adalah orang tua dari ibu/bapak kita suka ngatur-ngatur dfiri kita. Maksudnya apa? Dan gimana sih? Agak kesal memang. Iya aku tau kalo ngga ada mereka ngga akan ada orangt tua kita. Tapi mereka ngga berhak ngatur dan nyuruh kita yang bahkan orang tau kita ngga pernah membebani. Rasanya hak dan kebebasan menjadi diri sendiri di rampas. Di rumah ortuku dari ibu, perempuan terlalu disepelekan rasanya. Semua pekerjaan rumah dibebankan pada nenekku.

Patriarki. Yang aku pelajari dalam hidup adalah manusia harusnya saling membantu makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Kita butuh kaum Adam untuk saling membantu. Kata siapa laki-laki ngga boleh nyapu, ngepel, masak, nyuci piring. Apa harus semua dibebanka ke wanita, jika tau betapa capeknya seharian melakukan pekerjan rumah. Mereka yang jadi ibu rumah tangga pasti tau lelahnaya. Entah ini cuma sekelebat unek-unek yang ingin dituangkan and here we go for writing any word on my mind. Baru saja aku mencoba sembuh rasanya terluka kembali. Kita dipecundangi hidup atau sekumpulan manusianya yang tidak berperasaan. Aku harap tidak banyak anak yang terluka karena keluarga mereka, aku harap jika ia semoga Tuhan kasih lapang hatinya.   

Komentar

Postingan Populer