Mengungkapkan Sebuah Perasaan

01/11/18

Open myself, i think thats really important to be the new you. Why?

Padahal buat aku sendiri aja membuka diri tuh masih susah asli, aku selalu men-scan pertemanan atau ruang lingkup pertemanan yang sehat. Dalam artian aku selalu melihat orang dari cara atau sisi mereka ngeliat aku. Yah bisa dibilang aku orangnya tipe pemilih buat hal ini, waspada bolehlah ya biar ngga terjerumus ke hal negatif.

Aku selalu tahu mana orang yang tulus sayang sama aku sebagai kawan, keluarga, bahkan misal bukan siapa-siapa. Mungkin karena aku terbiasa melakukan sesuatunya sendiri, yes i'm introversion. But i can out on the box is, jadi sosok yang ekstrovert saat dibutuhkan. Terbiasa dari kesendirian aku selalu berusaha memahami perasaan mereka tanpa orang itu tahu.


  • Simple karena dengan begitu aku lumayah mengetahui apa sih mau mereka. Namun aku ngerasa ada yang salah sama aku sendiri. Aku bisa mahami orang, tapi aku masih kesulitan buat ngungkapin katakanlah kalo aku sayang sama mereka dalam tanda kutip keluarga yah. Aku ngga tau sebenernya caranya gimana, personality aku beda aku ngga suka terlalu seblak-blakan itu sama mereka. 


Dan yang ngga habis pikir kenapa orang tuaku kaya ngga tahu sebenernya karakter anak mereka. Ini sih masalahnya, tipe orang tua jaman dulu. Perkembangan yang semakin melesat justru mereka para orang tua harus lebih aware sama anak-anaknya. Aku bersuara seperti ini karena masih banyak emak-emak dan para bapak yang bersikap cuek atau kurang hangat sama si anak. Kalo dipikir nanti anak mereka bakal jadi in the same kaya fotocopy mereka. Kaku maybe or dingin, padahal disosial sekarang ini butuh banyak evort buat mereka bergaul sama the new person.


Komentar

Postingan Populer