Sadar.
Sejenak aku berkecambuk pada pikiranku sendiri, membenarkan apa yang terjadi pada saat ini
Kadang juga ingin baku hantam melihat kenyataannya tidak sejalan Hanya mungkin sedang lelah dengan ia yang masih sama
Penuh dengan keegoisan
Aku memilih tidak menyulut api yg t'lah padam
Tidak ada jeda pasalnya, jika ia sudah berkobar
Diam kadang tidak buruk juga
Tapi bagaimana ya kadang mulut ini juga ingin bicara sebenarnya
Telinga yg tidak digunakan untuk mendengar
Hati yg keras seperti karang
Jiwa yang aslinya bukan dirinya
Bersegeralah sadar, sekian dan wasalam.
Komentar
Posting Komentar