aku masih menjadi ulat

(19:11) Selasa, 1 November 2022.

Dibeberapa bengongku kadang aku juga berpikir aku adalah ulat. Saat kupu-kupu melintas yang selalu menganjal adalah kapan aku juga akan terbang dengan cantik dan bebas. Bagaimana si ulat merasakan sakit usahanya saat menjadi kepompong untuk bisa terbang dengan cantik meskipun kalau dihitung masa hidupnya terlalu singkat paling lama 1 bulan. Tapi yang aku tangkap ia juga berusaha dengan keras entah nantinya setelah keluar ia akan mati lebih cepat atau tidak. Sama seperti ulat aku masih merangkak mengapai tapi belum jadi kepompong, masih bingung dan gambling dengan hidup. Punya hal yang ingin dilakukan hanya saja cara dan jalannya masih ke payahan. 

Rasanya sedih jika mengingat kupu-kupu karena salah satu selebgram yang pernah melihat storyku yg aku tag terharu karena seniat itu. Iya, Edelin Laura. Akhirnya iya bisa terbang seperti kupu-kupu, logo di Instagramnya menggambarkan dirinya. Orang terblak-blakan yang humble, meski kadang omonganya kasar tapi dia keliatan baik. Menjadi followersnya aku jadi paham berbagi bisa lewat apa aja sopay atau gopay dari orang sekitar. Bukan siapa-siapanya laura, tapi ada kehilngan besar dihati keseruannya membekas. Benar katanya sesuatu yang membekas karena sering nampak dan terasa. Kangen laura yang selalu ngakak dengan lepas. 

Oke kembali ke topik saja, untuk sekarang aku hanya bisa percaya diriku apa-apa yang aku ingin bisa terwujud nantinya. Intuisi semesta semacam positif vibes untuk menyatakan bahwa segala sesuatu bisa terwujud dari diri sendiri. Nanti pasti bisa jadi kupu-kupu nunggu waktunya aja, sabar. 

Hari ini aku habis interview rasanya capek, di interview 4 orang berasa lagi di plonco ospek padahal ga pernah. Konsep interview keroyokan ini bikin orang tertekan dan bisa tau karakter kita ya, sebagai orang yang baru pertama begini kayaknya itu yang aku rasakan haha.

Komentar

Postingan Populer