Toxic Circle
(21:21) Rabu, 30 November 2022.
Tadi saat aku dalam acara meninggalnya Mbah Bapak aku merasa bahwa diriku sedang dalam toxic circle aku tahu ortuku memang bermasalah tapi apa pantas membicarakan keburukan orang di depan orang meninggal. Aku sadar mnusia tidak sepenuhnya bisa menjaga lisan, ia terlalu mudah mengoreng seenak hati. Terkadang manusia tidak meminta selalu dinasihati adakalanya lebih baik diam daripada menyakiti. Aku belajar bahawa tidak perlu menunggu dinasihati orang untuk melakukannya, asal apa yang aku lakukan sesuai apa yang aku mau. Aku juga merasa tidak mudah jadi seperti bunglon membaur dengan hal baru, aku tidak suka perkumpulan basa-basi yang suka ghibah sana sini, aku yang lebih memilih diam mungkin lebih baik meski seakan aku dikucilkan. Mungkin juga ada baiknya berbicara membuka obrolan, namun aku tidak cocok dengan konsep memulai duluan. Aku juga tadi serasa dirosting dibicarakan langsung. Hubungan sosial di desa terkadang sulit, harus kebal telinga dan hati. Aku harus lebih terbiasa, bahwa hidup memang sering berjalan tidak wajar namun ia tidak apa selama Tuhan masih menjadi tempat paling nyaman untuk pulang dan tempat cerita paling aman.
Komentar
Posting Komentar