Tua-Tua Keladi
(14:38) kamis, 3 November 2022.
Belum lama ini Simbah dari bapak tinggal dirumah kami, setelah kepergian Lek Puji adik tiri dari Bapa. Pada awalnya hidupku udah berada di zona nyaman rumah sepi tiba-tiba aku harus adaptasi. Ada banyak hal yang aku pahami saat ada orang tua senja terutama ia terkena Alzheimer atau pikun. Ternyata Mbahku ini pikunnya ngga cuma tentang rumah dan orang lupa siapa dimana ternyata banyak kosakata penting hilang seperti contoh inging boker dia ngga tau mau bilang apa hanya gedor-gedor kamar (kamar dikunci karena suka kabur) pipis pun ngga bilang bahkan yang lebih parah spon di kursi di makan padahal kotor. Terus ternyata ia ngga tau sing malam dan jam tidurnya kebaliklah. Pagi sampai sore tidur, malam ia bangun. Saat malam hari ia sering mendorong kursi sampai aku tidak bisa tidur karena berisik dan akhirnya migrain, pasalnya ia juga sering mengoceh dengan suara lantang. Mungkin jika setiap malam mendengar begitu bisa darah tinggi dan lelah mental. Setelahnya aku yang menyerah memilih mengungsi di rumah Mbah Ibu.
Aku pikir bisa sedikit tenang jangan salah maklum sepertinya para Simbah ini mungkin pernah mengalami tekanan secara emosional keadaan lantas para Cucunya yang kena imbasnya. Contoh Mbah putri Ibuku ini setiap hari sambat mengenai nasi yang tidak dimakan padahal ia bisa masak tidak perlu berlebihan tapi justru setiap kali dibilangin malah membalikan keadaan aku yang di ceramahi "rakyat dirumah banyak masa masak sedikit, nanti dikira pelit ngga habis nanti bisa buat ayam" iya sih batinku tapi udah tau walau ngga habis buat ayam tetap saja setiap hari bicara nasi tidak dimakan padahal salah sendiri masak terlalu banyak. Dalam hidup kita selalu dapat apa yang kita tanam sepertinya ada konsekuensi mungkin karena mendzalimi aku yang tiap hari terkena omelannya dia gatal beberapa minggu ini sudah kuberikan obat yang aku punya tapi tak kunjung sembuh. Karena aku tipikel orang cuek dan ngga peduli sama hidup orang lain ia sepertinya suka sekali gibahin orang padahal selalu ke masjid untuk sholat berjamaah pahalanya mungkin bisa jadi dikurangi karena kelakuannya tapi itu cuma pemikiran manusia yang lebih tau hanya Tuhan masalah timbang menimbah pahala dan dosa. Ia juga sering mengeluh lelah saat ke sawah walau tetap dikerjakan juga, tapi alangkah baik saat lelah dibandingkan sambat ikhlas akan lebih berpahala bukan. Sejujurnya ini salah satu pembelajaran juga untukku pribadi, emang manusia kalo ngga belajar dari manusia lain bakal bodoh. Kita hidup untuk belajar, aku juga masih banyak salah dan dosa tapi setidaknya intropeksi diri penting menjadi lebih baik tiap hari.
Komentar
Posting Komentar