Mikey

(19:34) Selasa, 29 November 2022.

Aku rasa sebuah hubungan ngga selamanya mulus, untuk memulai pun butuh niat besar. Aku yang mungkin dulu terlalu sering kabur pada akhirnya menyerah bahwa cinta mungkin ada. Ia seperti tanah tandus gersang yang masih mengizinkan kaktus tumbuh didalamnya. Ia bertahan di keringnya tanah. Aku rasa perasaannya mulai mekar, mungkin tidak besar tapi aku mulai bisa percaya tidak semua lelaki sama dan semua kecewa juga. Kecewa yang diberikan Mikey adalah bentuk pertahanan bahwa ia masih menutup diri entah dari dunia atau hidupnya. Jika yang jadi pembuka hatinya adalah aku, maka aku yakinkan bahwa aku mampu mengubah ia lebih banyak bicara dan penuh tanya. Aku akan menjadi cahaya pada redup dalam hatinya, aku akan berusaha bahwa aku bisa. Iya harusnya dulu akan aku lakukan itu, bukan kabur tanpa memastikannya. 

Aku suka Mikey yang sekarang ia memberikan jawaban dengan jelas, ia telah dewasa. Umur kami mungkin baru 23 tahun, namun akan aku percayakan hubungan ini menjadi waktu yang panjang mungkin saja 63 tahun mendatang pada ia. Kami akan menjadi partner hidup. Aku akan menerima apa yang ia tidak punya seperti ia menerimaku apa adanya. Aku seperti gembok dan ia kunci bagi hatiku yang agak sedikit mati rasa. Ia tidak pernah membuat aku merasa bahwa aku menjalani hubungan dengan terpaksa ia melepaskan dan meminta aku pulang padanya, lewat doa-doa selepas sholatnya. Aku akan menua dan bertumbuh mungkin dengan ia Mikey ku yang kucinta. Akan aku serahkan kepada semesta bahwa ia adalah jawaban atas doa-doa yang aku pinta, jika memang ia aku ingin agar dialah yang terbaik menurut-Nya. Terimakasih karena kesabaran ia membuahkan hasil, karena keyakinan seperti api yang mulai redup dengan percaya kembali menyala. Akan aku yakini pula jawaban disetiap petanyaanku padamu, bahwa kamu memang tepat untuk aku.

Te amo me amor, Mikey.

Komentar

Postingan Populer