RAMA ~menempuh jalan sunyi
(17:33) Sabtu, 12 November 2022.
Aku selalu memposisikan ia orang yang pendiam, tegas dan galak. Jarang sekali para cucunya bisa membaur karena ia terlalu kaku, ngobrol pun tidak pernah. Terkadang ia mungkin ingin mengajaku berbincang tapi bingung ingin bicara apa. Aku pernah suatu waktu menangis karenanya, aku yang cengeng dibentak langsung ciut larilah aku pulang ke rumah bapakku dan tidak pernah tidur di rumahnya lagi setelah beberapa tahun aku kembali untuk menginap ia tidak pernah lagi menyindirku. Yang aku sadar ia ternyata memang jarang bicara dengan Biyung (simbah perempuan) juga tapi biyung ini tipikel manusia storytelling ngga diminta juga akan cerita jadi sepertinya Rama pendengar yang baik. Ia seperti menempuh jalan sunyi dihidupnya entahlah saat bersama orang lain ia terlihat ramah dirumah ia diam atau mungkin ngga sefrekuensi tapi tidak mungkin buktinya langgeng. Dan dia juga yang memilih Biyung saat ia sudah pernah menikah, bisa dikatakan jodoh menemukan orang yang tepat ia setia meski ngga banyak bicara dan bertanggung jawab meski kadang suka nyuruh terus hehe. Dia juga bukan tipikel orang pelit dan ngga suka ngomong yang tidak perlu. Ngomongin orang pun sepertinya males, sama kayak aku.
Beberapa hal mungkin aku belajar dari orang sekelilingku yang biasanya cocok sama hal yang aku pengen jalani, sesuai keinginanku sifat yang ngga terlalu banyak aneh-aneh kerja kerasnya ia meski banyak kurang itu tentu normal manusia jelas ngga sempurna hanya Tuhan yang paling maha. Aku juga menempuh jalan sunyi ngga perlu banyak koar-koar, privat life sharing sesuatu hanya yang ingin aku bagikan saja. Judulnya terispirasi di novelnya mas Eka Seperti "Dendam Rindu Harus DiBayar Tuntas" dibagian si Ajo Kawir dan si burung yang tertidur menempuh jalur sunyi ada banyak hal ngakak lumayan menghiburku. Aku kasih rate karena di story Instagram ku post di reading list.
Komentar
Posting Komentar